Monday, April 1, 2013

Hindarkanlah dirimu dari Cinta Duniawi..

Sa ada tebaca satu buku yang tajuk dia "Kematian Itu Indah".. best ayat2 dlm buku ni..:)

Salah satu drpd petikan yang ada dalam buku ni begini bunyinya..

Kita harus berusaha agar selalu dan di mana saja berada dalam situasi ingin mendekati ajal. "Berbahagialah orang yang mati, mati dalam Tuhan" (Why 14:13). Santo Ambrosius berkata, "Mereka yang mematikan cinta duniawi selama hidupnya akan mati dalam keadaan baik." Selama hidup kita harus menerima keadaan kelepasan dari harta benda, dari teman-teman dan keluarga; singkatnya, barang-barang duniawi. Kalau kita tidak melakukannya sendiri dalam hidup, maka kita akan terpaksa melakukannya pada saat ajal, dan hal itu akan menjadi berat sekali dan membawa penderitaan, bahkan lebih berat daripada bahaya kebinasaan abadi.

Santo Agustinus mengatakan bahawa mengatur hal-hal duniawi selama hidup dan menjauhkan semua kekayaan dan harta duniawi, paling kurang tidak menginginkannya, akan sangat membantu menciptakan suatu kematian yang tenang. Apabila semua perhatian dan keprihatinan kita teratur, maka kita dapat seluruhnya bersatu dengan Allah. Pada saat ajal kita, kita hanya akan berfikir dan berbicara tentang Allah dan syurga. Saat-saat terakhir kita ini sangat berharga, janganlah disia-siakan dengan fikiran-fikiran duniawi.

Periksalah dirimu sekarang juga, untuk melihat, apakah engkau terlalu melekat pada sesuatu dari dunia ini, pada seseorang, pada suatu kehormatan, pada keluargamu, pada wangmu dan pada kesenanganmu. Dan sedarlah bahawa engkau adalah rapuh dan dapat mati. Pada suatu hari, barangkali dalam waktu yang sangat dekat, engkau akan dipaksa meninggalkan semua ini. Mengapa engkau melekatkan dirimu dengan hal-hal yang tidak berguna ini, sehingga dengan demikian membahayakan dirimu untuk memperoleh suatu kematian yang bahagia? Mulai dari saat ini, persembahkanlah segala sesuatu kepada Allah dan katakanlah kepadaNya bahawa engkau siap sedia meninggalkan segala sesuatu, bila saja ia mengambil semuanya daripadamu atau mengambil engkau dari semua ini.

Hadapilah setiap hari seolah-olah itulah harimu yang TERAKHIR; laksanakanlah segala kegiatan, setiap doa, sambutlah Komuni Kudus seolah-olah itulah harimu yang TERAKHIR dalam kehidupanmu. Bayangkanlah dirimu berada pada titik akhir kehidupan. Betapa kuatnya fikiran akan membantu menjalani kehendak Allah dan membebaskan hatimu dari kelekatan-kelekatan pada dunia. "Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang"
(Mat 24:46). Barangsiapa menantikan kematian pada setiap saat, akan meninggal dalam damai dan ketenangan meskipun maut itu datang secara tiba-tiba.

Amen.
Reactions:

No comments:

All rights reserved by Catholic Youth of St.Paul unless stated.